TNI melaksanakan operasi gratis untuk anak-anak Papua yang memiliki bibir sumbing di lokasi terpencil, menggunakan helikopter untuk menjemput mereka dan melibatkan dokter profesional agar anak-anak dapat tersenyum kembali dan merasa percaya diri.
Jakarta – Dalam rangka merayakan ulang tahun ke-6 Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyelenggarakan program sosial berupa operasi bibir sumbing gratis untuk anak-anak yang berada di daerah pelosok hutan dan pegunungan Papua.
Untuk menjangkau mereka yang tidak memiliki akses melalui jalur darat atau laut, Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi, menyatakan bahwa pihaknya mengerahkan beberapa Helikopter Caracal untuk menjemput anak-anak beserta orang tua mereka dari daerah yang sulit dijangkau.
Bambang menegaskan bahwa operasi bibir sumbing ini didukung sepenuhnya oleh Kodam XVII Cendrawasih, Yayasan Celebes Cleft Center, dan Rumah Sakit Marthen Indey (RSMI), serta dilakukan oleh tim dokter dan tenaga medis profesional.
“Alhamdulillah, sepuluh anak dan orang tua mereka yang berasal dari daerah terpencil seperti Batas Batu, Nabire, dan Keerom, tiba dengan selamat di Jayapura. Senyum, semangat, dan antusiasme anak-anak Papua saat mengikuti kegiatan sosial ini sulit diungkapkan dengan kata-kata,” ungkap Bambang kepada wartawan pada hari Kamis, (14/8/2025).
Sebelum mereka diterbangkan ke Jayapura, Bambang menjelaskan bahwa kesehatan fisik dan mental anak-anak diperiksa dan dipantau oleh dokter dari tim medis Satgas Habema dan Satgas Swasembada.
Setelah tiba di Jayapura, pemeriksaan kesehatan lanjutan dilakukan, termasuk screening, laboratorium, dan evaluasi medis untuk memastikan bahwa prosedur operasi bibir sumbing bagi anak-anak Papua berlangsung dengan aman dan efektif, di mana setiap anak mendapatkan perawatan medis terbaik.
“Tujuan kami sederhana, kami ingin anak-anak Papua dapat tersenyum tanpa merasa malu dan tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang percaya diri,” jelas Bambang.
Bambang, yang diangkat sebagai Komandan Defile Pas Upacara Gelar Pasukan Operasi di Batujajar 2025, menambahkan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan bukti nyata perhatian TNI terhadap kesehatan masyarakat di Papua, terutama anak-anak yang mengalami kelainan bawaan seperti bibir sumbing dan celah langit-langit.
Bambang juga menyatakan bahwa setelah operasi, diharapkan kesehatan, kemampuan berbicara, dan rasa percaya diri anak-anak Papua semakin meningkat, sehingga memberikan mereka kesempatan lebih besar untuk mencapai masa depan yang cerah bersama anak-anak Indonesia lainnya.
“Insya Allah, kegiatan sosial seperti ini akan berlanjut karena itu sudah menjadi komitmen kami dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan bantuan kemanusiaan lainnya,” ujar Bambang.
Bambang memastikan bahwa saat ini Kogabwilhan III telah merencanakan kegiatan sosial lainnya, termasuk operasi katarak, pemeriksaan kesehatan, dan pengobatan gratis untuk masyarakat Papua.
“Kami ingin kehadiran TNI tidak hanya terasa dalam menjalankan tugas keamanan, tetapi juga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang memerlukan,” tutup Bambang.


















