Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Detik-Detik Mencekam di Sekincau: Teriakan Anak Selamatkan Nyawa Petani dari Terkaman Harimau Sumatera

81
×

Detik-Detik Mencekam di Sekincau: Teriakan Anak Selamatkan Nyawa Petani dari Terkaman Harimau Sumatera

Share this article
Ilustrasi: Seekor Harimau Sumatera di habitatnya. Serangan terhadap petani di Lampung Barat menjadi pengingat serius akan meningkatnya konflik antara manusia dan satwa liar.
Example 468x60

LAMPUNG BARAT – Senja berdarah di Pekon Tiga Jaya, Kecamatan Sekincau, Lampung Barat. Seorang petani bernama Amir (52) nyaris kehilangan nyawa setelah diserang secara brutal oleh seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) saat dalam perjalanan pulang dari kebunnya pada Jumat (5/9/2025) petang. Sebuah teriakan histeris dari putranya menjadi pemisah antara hidup dan mati dalam insiden konflik satwa dan manusia yang kembali terjadi di wilayah tersebut

Peristiwa mencekam itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Amir, yang dibonceng oleh anaknya menggunakan sepeda motor, tengah melintasi jalan setapak di area perkebunan. Suasana hening menjelang malam tiba-tiba pecah ketika seekor harimau sumatera melompat dari balik semak-semak dan langsung menerkam punggung Amir.

Example 300x600

“Kejadiannya sangat cepat. Korban sedang dalam perjalanan pulang dari kebun, tiba-tiba harimau itu menyerang dari belakang,” ungkap Heri, seorang warga setempat yang turut membantu evakuasi, saat dihubungi pada Sabtu (6/9/2025).

Akibat serangan mendadak itu, Amir langsung terlempar dari motor. Dalam situasi panik yang luar biasa, sang anak yang melihat ayahnya berada dalam cengkeraman predator puncak itu secara refleks berteriak sekuat tenaga. Teriakan keras tersebut rupanya berhasil mengejutkan harimau yang kemudian melepaskan gigitannya dan lari kembali ke dalam hutan.

Warga yang mendengar teriakan dan kegaduhan segera berdatangan ke lokasi. Mereka menemukan Amir terbaring lemah dengan luka robek yang serius di bagian leher dan punggung akibat gigitan dan cakaran. Tanpa membuang waktu, warga segera mengevakuasi korban ke Puskesmas Sekincau untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.

Kepala Puskesmas Sekincau, Nurbaiti, mengonfirmasi bahwa korban telah menerima penanganan intensif. “Saat tiba di sini, pasien mengalami luka gigitan yang cukup dalam di area leher dan beberapa cakaran di punggung. Syukurlah, setelah kami berikan perawatan, kondisinya kini stabil dan berangsur membaik,” jelasnya.

Insiden serangan harimau di Lampung ini menambah panjang daftar konflik antara manusia dan satwa liar, khususnya di daerah yang berdekatan dengan kawasan hutan seperti Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga yang beraktivitas di sekitar habitat satwa liar untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat pagi dan senja hari, waktu di mana harimau aktif berburu. Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) diharapkan segera turun tangan untuk memitigasi konflik agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

 

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *