BANDAR LAMPUNG – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, meresmikan Pojok Baca dan Mobil Perpustakaan Keliling di Sekolah Islam Terpadu Az-Zahra, Jumat (29/8/2025). Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya untuk menanamkan minat baca pada anak sejak usia dini.
Dalam acara yang juga dihadiri oleh para pendidik, pengurus yayasan, dan orang tua, Purnama Wulan Sari Mirza menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang bagi anak-anak.
“Anak-anak adalah aset terpenting bangsa. Sudah menjadi tugas kita bersama untuk memastikan mereka tumbuh di lingkungan yang mendukung, terlindungi dari bahaya narkoba, kekerasan, dan tekanan mental,” ujarnya.
Setelah peresmian, acara dilanjutkan dengan Seminar Perlindungan Anak, Anti Narkoba, dan Kesehatan Mentaluntuk siswa-siswi SMP Az-Zahra. Seminar ini bertujuan untuk membekali para remaja dengan pengetahuan yang relevan mengenai isu-isu krusial tersebut.
Purnama juga mengajak seluruh pihak untuk lebih peka terhadap tanda-tanda perundungan (bullying) dan gangguan kesehatan mental pada anak, terutama di era media sosial yang penuh tantangan. “Komunikasi antara anak, orang tua, dan guru harus terus diperkuat,” tegasnya.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada seminar, tetapi juga diisi dengan sesi mendongeng yang interaktif untuk anak-anak TK. Sesi edukasi mengenai perlindungan anak dan bahaya narkoba pun disampaikan dengan cara yang mudah dipahami, lengkap dengan contoh-contoh nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Purnama berharap, acara ini dapat menjadi titik awal bagi sebuah gerakan kolektif untuk membentuk generasi mudaLampung yang cerdas, berakhlak mulia, dan berdaya saing. “Dengan dukungan semua pihak, kita bisa menjaga anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang kuat, kreatif, dan berkarakter baik,” tutupnya.
Peresmian Pojok Baca dan Mobil Perpustakaan Keliling oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampungdiharapkan dapat meningkatkan minat baca. Sementara itu, seminar yang diadakan menjadi langkah nyata dalam pencegahan masalah sosial yang dapat mengancam masa depan generasi muda di Lampung.


















