Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaPendidikan

Wagub Lampung Sebut Bank Sampah Sekolah Dapat Mengurangi sampah KE TPA

106
×

Wagub Lampung Sebut Bank Sampah Sekolah Dapat Mengurangi sampah KE TPA

Share this article
Example 468x60

 

 

Example 300x600

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyatakan bahwa Bank Sampah Sekolah di level Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki kemampuan untuk mengelola sekitar 31 ton sampah yang dihasilkan oleh warga sekolah setiap harinya.

“Di Provinsi Lampung, ada total 126 sekolah jenjang SMA dan SMK, terdiri dari 64 SMA negeri, 19 SMA swasta, dan 43 SMK,” jelas Wagub Jihan Nurlela saat berbicara di Bandarlampung pada hari Selasa.

Dia menambahkan bahwa rata-rata sampah yang dihasilkan dan dikeluarkan oleh warga sekolah mencapai 200 hingga 250 kilogram setiap hari.

“Dengan jumlah total 126 sekolah SMA dan SMK yang ada, jika kita akumulasikan, maka sekolah-sekolah tersebut menghasilkan 31 ton sampah dalam sehari,” tegasnya.

Menurutnya, jika pengelolaan sampah dilakukan di sekolah-sekolah, hal ini akan membantu mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Apabila sampah tersebut dapat diselesaikan di sekolah dan tidak dibuang ke hilir atau TPA, maka jumlah sampah yang tidak dikelola akan berkurang. Ini semua adalah tanggung jawab kita bersama dalam menyelesaikan pengelolaan dan penanganan sampah, bahkan dapat menghasilkan uang dari sampah,” ujarnya.

Ia berharap pendidikan tentang bank sampah di sekolah-sekolah tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga bisa menjadi program yang berkelanjutan, yang dapat mengubah cara hidup generasi muda agar lebih peduli terhadap lingkungan.

“Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi dorongan dan semangat untuk para siswa agar lebih disiplin dalam membuang serta memilah sampah dengan benar,” tuturnya.

Dia juga menyatakan bahwa pemerintah daerah akan berusaha untuk membangun ekosistem pengelolaan, pemilahan, serta penanganan sampah dari tingkat dasar di masyarakat.

“Kami punya tanggung jawab untuk mendorong pengelolaan, pemilahan, dan penanganan sampah. Oleh karena itu, kami ingin agar dari tingkat terbawah, yakni di sekolah dan desa, bisa melakukannya, sehingga pengelolaan sampah tidak hanya terjadi di hilir, tetapi juga dari hulu,” tambahnya.
Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *